Manusia Terpintar di Dunia

Sabtu, 23 Oktober 2010


Siapakah manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia? Da Vinci? John Stuart Mills? Atau Albert Einstein seperti yang selama ini diperkirakan orang? Ketiganya memang dianggap jenus-jenius besar yang telah memberikan banyak pengaruh terhadap bidangnya masing-masing. Tapi gelar manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia rasanya tetap layak diberikan kepada William James Sidis. Siapakah ia? Mengapa namanya tenggelam dan kurang dikenal walau angka IQnya mencapai kisaran 250–-300?

Keajaiban Sidis diawali ketika dia bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok pada usia 8 bulan. Pada usia belum genap 2 tahun, Sidis sudah menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Semenjak saat itu namanya menjadi langganan headline surat kabar : menulis beberapa buku sebelum berusia 8 tahun, diantaranya tentang anatomy dan astronomy. Pada usia 11 tahun Sidis diterima di Universitas Harvard sebagai murid termuda. Harvardpun kemudian terpesona dengan kejeniusannya ketika Sidis memberikan ceramah tentang Jasad Empat Dimensi di depan para professor matematika. Lebih dasyat lagi : Sidis mengerti 200 jenis bahasa di dunia dan bisa menerjamahkannya dengan amat cepat dan mudah. Ia bisa mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan dalam sehari !!!!

Keberhasilan William Sidis adalah keberhasilan sang Ayah, Boris Sidis yang seorang Psikolog handal berdarah Yahudi. Boris sendiri juga seorang lulusan Harvard, murid psikolog ternama William James (Demikian ia kemudian memberi nama pada anaknya) Boris memang menjadikan anaknya sebagai contoh untuk sebuah model pendidikan baru sekaligus menyerang sistem pendidikan konvensional yang dituduhnya telah menjadi biang keladi kejahatan, kriminalitas dan penyakit. Siapa yang sangka William Sidis kemudian meninggal pada usia yang tergolong muda, 46 tahun - sebuah saat dimana semestinya seorang ilmuwan berada dalam masa produktifnya. Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan amat miskin. Ironis.

Orang kemudian menilai bahwa kehidupan Sidis tidaklah bahagia. Popularitas dan kehebatannya pada bidang matematika membuatnya tersiksa. Beberapa tahun sebelum ia meninggal, Sidis memang sempat mengatakan kepada pers bahwa ia membenci matematika - sesuatu yang selama ini telah melambungkan namanya. Dalam kehidupan sosial, Sidis hanya sedikit memiliki teman. Bahkan ia juga sering diasingkan oleh rekan sekampus. Tidak juga pernah memiliki seorang pacar ataupun istri. Gelar sarjananya tidak pernah selesai, ditinggal begitu saja. Ia kemudian memutuskan hubungan dengan keluarganya, mengembara dalam kerahasiaan, bekerja dengan gaji seadanya, mengasingkan diri. Ia berlari jauh dari kejayaan masa kecilnya yang sebenarnya adalah proyeksi sang ayah. Ia menyadarinya bahwa hidupnya adalah hasil pemolaan orang lain. Namun, kesadaran memang sering datang terlambat

Mengharukan memang usaha Sidis. Ada keinginan kuat untuk lari dari pengaruh sang Ayah, untuk menjadi diri sendiri. Walau untuk itu Sidis tidak kuasa. Pers dan publik terlanjur menjadikan Sidis sebagai sebuah berita. Kemanapun Sidis bersembunyi, pers pasti bisa mencium. Sidis tidak bisa melepaskan pengaruh sang ayah begitu saja. Sudah terlanjur tertanam sebagai sebuah bom waktu, yang kemudian meledakkan dirinya sendiri

Bukti Bahwa Bahasa Indonesia Lebih Simpel Dari pada Bahasa inggris

In English : "Would you care to validate your previous statement?"
In Indonesian : "SUMPE LO?!

In English : "Sorry, I think you miscalculated your own capabilities to handle the task at hand."
In Indonesian : "Nenek lu kiper!

In English : "Would you care to elaborate on that statement?"
In Indonesian : "MAKSUD LOH?!"

In English : "There's a 75% chance I won't make it, I'm far too busy for ur stupid event."
In Indonesian : "Insya'allah gw dateng!"

In English : "The meeting will start at 9:15 AM. Please be there 15 minutes beforehand."
In Indonesian : "Rapatnya jam 8!"

In English :"Let's try this new scam and see if those carbo-ladden brains buy it"
In Indonesian : "Mama minta pulsa"

In English : "Please stop by our outlet. There might be stuff you'll find interesting."
In Indonesian : "Giordanonya, Kakaaak!"

In English : "I've stumbled upon something that might be of interest to you. You might find it useful."
In Indonesian : "CEKIDOT GAN!"

In English : "I'm so overwhelmed by this turn of event that I'm speechless and in awe."
In Indonesian : "ANJROT!"

In English : "This is a very interesting topic that everybody should stay updated about this."
In Indonesian : "Sundul, Gan!"

In English : "I definitely won't make it. You guys go and have fun without me."
In Indonesian : "Ntar gue nyusul."

In English : "You're absolutely, positively 100% correct. But I knew that already."
In Indonesian : "EMBEER!"

In English : "That's so profound. I can't contribute anything further but I need to say something to sound equally smart."
In Indonesian : "Dalem."


LOL

Tips Komputer

Pada dasarnya dalam mengetik komputer membaca karakter ASCII yang kita inputkan lalu di interpretasi kan ke layar komputer sebagai sebuah karakter. namun ada beberapa karakter yang mungkin belum banyak diketahui berikut adalah daftar table ASCII :


cara penggunaannya adalah sebagai berikut:
sebagai contoh kita akan membuat karakter ™
  1. Tahan Tombol ALT yang ada di keyboard
  2. Menekan nomor kode 0153 pada bagian numlock di keyboard
  3. Lepaskan Tombol ALT
demikian selanjutnya untuk karakter2 yang lain bisa dilihat pada gambar diatas

Note:
untuk pengguna laptop, cara pakainya
  1. aktifkan dahulu tombol numlock nya dengan menekan tombol Fn + NumLk
  2. biasanya yang tersedia (at least di laptop saya) J=1,K=2,L=3,U=4,I=5,P=6,7=7,8=8,9=9,M=0
  3. jika ingin mengambalian cukup tekan Fn + NumLk